Suasana Haru Warnai Pemakaman Prof. Dr. KRHT Tarnama Sinambela Kusumonagoro, Pendiri Yayasan Budi Murni dan Universitas Mpu Tantular


Jakarta, Suasana duka menyelimuti civitas akademika Universitas Mpu Tantular. Tokoh besar pendidikan dan pendiri kampus tersebut, Prof. Dr. Kanjeng Raden Hario Tumenggung Tarnama Sinambela Kusumonagoro, berpulang ke pangkuan Ilahi dalam usia yang penuh pengabdian. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Prof. Dr. Kanjeng Raden Hario Tumenggung Tarnama Sinambela Kusumonagoro bukan sekadar pendiri Yayasan Budi Murni Jakarta dan Universitas Mpu Tantular, tetapi juga sosok pemimpin yang layak dijadikan teladan. Gaya kepemimpinan beliau dikenal sebagai kombinasi antara ketegasan visi, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, dan kemampuan membangun hubungan emosional dengan semua kalangan.

Prof. Tarnama juga dikenal sangat visioner. Di saat akses pendidikan masih terbatas bagi sebagian masyarakat, beliau melihat perlunya mendirikan lembaga pendidikan yang tidak hanya mengejar prestise, tetapi juga memberi manfaat sosial. Itulah yang menjadi dasar berdirinya Universitas Mpu Tantular—sebuah institusi yang menggabungkan semangat intelektual dan nilai-nilai kebudayaan.

Sebagai pemimpin yayasan dan universitas, beliau tidak segan turun tangan langsung, baik dalam urusan akademik, pembangunan kampus, maupun pengembangan sumber daya manusia. Para dosen dan pegawai mengenalnya sebagai sosok yang rendah hati, mudah didekati, namun penuh wibawa.

Lebih dari itu, beliau juga memiliki kepemimpinan berbasis nilai luhur. Gelar kebangsawanan yang disandangnya, Kanjeng Raden Hario Tumenggung, tidak menjadikan beliau tinggi hati. Justru, itu menjadi pengingat bahwa kehormatan sejati adalah melayani, bukan dilayani.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum disemayamkan di halaman kampus Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Sejak meninggalnya Prof. Dr. Kanjeng Raden Hario Tumenggung Tarnama Sinambela Kusumonagoro dari 15 Juni 2025, sudah ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan tinggi, diantaranya keluarga besar, rekan akademisi, alumni, tokoh masyarakat dan hadir juga Para mahasiswa fakultas ilmu komunikasi dan para Dosen salah satunya Dr. Iwan Armawan SE. ME. Selaku Direktur Humas Universitas Mpu Tantular mengutarakan: 

“Beliau bukan sekadar pendiri universitas, tapi juga bapak bagi kami semua. Nilai-nilainya akan terus hidup dalam semangat kampus ini,” ujar Dr. Iwan Armawan SE. ME. Selalu Direktur Humas Universitas Mpu Tantular.

Prosesi penyemayaman berlangsung khidmat dan penuh haru. Di bawah tenda putih yang berdiri di halaman kampus, jenazah Prof. Tarnama ditempatkan di tengah pelataran sebagai simbol bahwa kampus ini bukan hanya hasil karya beliau, tetapi juga bagian dari jiwanya. Deretan bunga duka dari berbagai kalangan memenuhi sisi kanan dan kiri area penyemayaman, menandai betapa besar cinta dan hormat masyarakat kepada beliau.


Sekitar pukul 10.00 WIB, prosesi pelepasan jenazah dimulai. Setelah doa bersama dipanjatkan, iring-iringan kendaraan membawa jenazah almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya: San Diego Hills Memorial Park, Karawang, salah satu kompleks pemakaman terhormat di Indonesia.

Sesampainya di lokasi pemakaman, prosesi dilanjutkan dengan upacara pemakaman yang kembali dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, serta perwakilan dari Universitas Mpu Tantular dan Yayasan Budi Murni Jakarta. Isak tangis dan pelukan mengiringi turunnya jenazah ke liang lahat, di tengah doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh cinta dan penghormatan.

Pemakaman di San Diego Hills menjadi momen perpisahan yang penuh makna. Tempat peristirahatan yang tenang dan asri itu kini menjadi rumah abadi bagi Prof. Tarnama, namun semangatnya akan terus hidup dalam ingatan semua orang yang pernah disentuh oleh pemikiran dan perjuangannya.

Prof. Dr. KRHT Tarnama Sinambela Kusumonagoro bukan hanya meninggalkan institusi, tetapi juga warisan nilai yang akan terus tumbuh di hati para penerusnya. Dari halaman Universitas Mpu Tantular hingga peristirahatan terakhirnya di San Diego Hills, jejak pengabdian beliau akan selalu menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia.

Selamat jalan, Bapak Pendidikan. Terima kasih atas semua jejak dan jasa yang telah Engkau titipkan untuk bangsa ini.

 

Comments